miris juga,ketika kita sering melihat pemborosan penggunaan air, baik unttuk mandi, cuci ataupun berwudhu.apalagi air bersih itu sekarang susah sekali untuk dicari

padahal kita tau kalau dalam ajaran islam pemborosan itu dilarang sebagaimana firman Allah,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).

lalu kenapa ya? kita malah senang kalau di bilang saudaranya syaithan, ataukah kita tidak sadar?

kalau kita mengaku orang islam, maka tentulah kita harus mengikuti peraturan yang telah dibuat oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan rasul-Nya. sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman untuk masuk islam secara kaffah dan meninggalkan perbuatan-perbuatan syaithan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

kalau kita mengaku cinta sama Allah tentu kita harus mengikuti apa-apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, dan menjalankan sunnah nya.


قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ.

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Kalau kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mngampuni dosa-dosa kalian.” (Ali Imran: 31)

nah? untuk itu mari kita lihat kepribadian rasullah berkaitan tentang pemanfaatan air yang digunakan untuk mandi dan berwudhu.

didalam hadis, Rasulullah shalallahu 'alahi wasallam bersabda

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu : “Bahwasanya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam biasa berwudhu dengan 1 mud ( 1 genggaman tangan orang Arab zaman Nabi ) air dan mandi dengan 4 sampai 5 mud air.” (HR: Al Bukhari no. 201, Muslim no. 325, menurut lafazh Muslim).

lalu gimana kalau berlebih-lebihan dan boros, hal itu rasulullah katakan sebagai perbuatan dzalim dan melanggar batas

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “…Beginilah cara berwudhu. Barang siapa menambah-nambah cara ini berarti dia telah berbuat kejelekan, melanggar batas, dan zhalim.” (HR: An Nasai(I/88), Ibnu Majah (I/146), dan Ahmad (II/180). Dishahihkan oleh Al Albani dalam kitab Shahih An Nasai (I/31).

nah begitu hematnya bukan, mari kita aplikasikan sunah apa yang telah Rasulullah shalallahu 'alahi wasallam contohkan.

 

Wallahu A’lam wa billahit Taufiq. semoga dengan sedikit ifadah ini bermanfaat buat kita semua

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

 

Alfakir ilallah

Danish Al-arnauth


catatan :

1 mud : -+ 1 liter

 

 

 





Response to “Berhemat Dalam Wudhu”

Leave a Reply